Breaking News
Dua Putri Asal Papua Berhasil Kuliah di Unpad Berkat Beasiswa Afirmasi
Prestasi

Dua Putri Asal Papua Berhasil Kuliah di Unpad Berkat Beasiswa Afirmasi

12 Aug 2026
98 VIEWS

Perjalanan pendidikan Yuliana Taran dan Jein Kesya Novita Rumbewas menjadi bukti bahwa kesempatan pendidikan dapat membuka jalan bagi pelajar dari daerah untuk meraih cita-cita. Keduanya merupakan putri asal Kabupaten Supiori, Papua, yang berhasil menjadi mahasiswa baru Universitas Padjadjaran (Unpad) pada tahun akademik 2026/2027.

 

Yuliana berasal dari Distrik Supiori Timur, sedangkan Jein Kesya berasal dari Distrik Kepulauan Aruri. Keduanya mulai meninggalkan kampung halaman setelah menyelesaikan pendidikan SMP dan memilih melanjutkan SMA di luar Papua.

SPONSORED CONTENT

Iklan

 

Kesempatan tersebut diperoleh melalui program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Melalui program tersebut, Yuliana dan Jein dapat melanjutkan pendidikan di SMA KP Margahayu, Kabupaten Bandung.

 

Bagi Yuliana, keinginan untuk memperoleh pengalaman baru menjadi salah satu alasan dirinya berani merantau ke luar Papua. Meski sempat mendapat kekhawatiran dari orang tua karena harus tinggal jauh dari kampung halaman, tekad Yuliana untuk melanjutkan pendidikan akhirnya mendapatkan dukungan.

 

Selama tiga tahun tinggal dan bersekolah di Bandung, Yuliana semakin mengenal lingkungan barunya. Pengalaman tersebut kemudian membuatnya ingin melanjutkan pendidikan tinggi di kota yang sama. Ia akhirnya diterima di Unpad melalui program Beasiswa ADik dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

 

Yuliana memilih Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unpad. Ketertarikannya terhadap bidang tersebut juga berkaitan dengan keinginannya untuk berkontribusi kepada masyarakat, khususnya ketika nantinya kembali ke Papua.

 

Sementara itu, Jein Kesya Novita Rumbewas memilih Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unpad. Keinginannya melanjutkan pendidikan di luar Papua muncul setelah melihat sejumlah kakak kelas yang lebih dahulu memperoleh kesempatan serupa melalui beasiswa ADEM.

 

Jein berharap pengalaman kuliahnya dapat menjadi bekal untuk kembali berkontribusi di Papua. Ia memiliki cita-cita menjadi seorang pendidik dan berencana memanfaatkan masa kuliah dengan aktif mengikuti berbagai kegiatan, termasuk bidang sains dan olahraga basket.

 

Keberhasilan keduanya menjadi semakin berarti karena Yuliana dan Jein berasal dari keluarga sederhana. Yuliana merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai nelayan, sementara ibunya berprofesi sebagai pendeta. Jein juga merupakan anak kedua dari empat bersaudara dengan ayah yang bekerja sebagai nelayan dan ibu sebagai ibu rumah tangga.

 

Selain memperoleh dukungan biaya pendidikan melalui program afirmasi, keduanya juga mendapatkan fasilitas tempat tinggal gratis di Bale Wilasa I, salah satu asrama milik Unpad. Yuliana dan Jein menjadi bagian dari 19 penerima Beasiswa ADik tahun 2026 yang diterima sebagai mahasiswa Unpad.

 

Kisah Yuliana dan Jein menunjukkan bahwa keterbatasan geografis dan ekonomi tidak harus menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dengan adanya program afirmasi seperti ADEM dan ADik, pelajar dari wilayah Papua dan daerah dengan keterbatasan akses pendidikan memiliki peluang untuk mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan pendidikan yang lebih luas.

 

Bagi keduanya, perjalanan dari Supiori menuju Bandung bukan sekadar perjalanan untuk menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas pengalaman, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri agar kelak dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di Papua.

Banner Advertisement
Advertisement